Minggu, 23 Desember 2012

0 Gairah di Pesawat Terbang

Date: Minggu, 23 Desember 2012 02.51
Category:
Author: x-mati
Share:
Responds: 0 Comment
Ladies and gentlemen welcomeaboard flight SQ318 destination Los Angeles from Taipei. We will stop in Hawaii for a few moment to refill our fuel and continue to Los Angeles. The flight to Hawaii will take seven hours. So sit down and enjoy our flight entertainment. Dinner will be served at seven pm Taiwan time.Sekali lagi aku menguap. Perjalanan ini pasti membosankan pikirku. Aku melirik penumpang yang duduk di sebelahku. Wanita yang duduk di sebelahku cantik sekali. Kulitnya putih mulus, mukanya manis. Rambutnya dipotong pendek. Mukanya mengingatkanku akan sebuah karakter dalam kartun Jepang Amy dalam film Sailormoon. Mataku mulai berkeliaran, dadanya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil tapi kelihatan ketat dan tidak menunjukkan kekenduran sedikitpun. Bajunya putih ketat terbuat dari bahan yang elastis menunjukan lekukan tubuhnya yang sempurna. Perutnya datar dan pinggangnya yang melekuk sungguh aduhai. Tak kusadari dia melihat ke arahku. Kok ngeliatin kayak gitu sih Mas?

Mukaku langsung merah padam menanggung malu. Aku gelagapan bilang, Maaf Non habis kamunya cakep sih.Di luar dugaan dia cuma tersenyum kecil. Sambil mengulurkan tangannya dia berkata, Nama saya Annie, nama kamu siapa? aku agak bengong sebentar tapi kemudian menjabat tangannya dan menjawab, Eh.. nama saya Jonathan. Tangannya lembut sekali. Pikiranku mulai ngeres. Wah enak sekali kalau yang dipegang itu kemaluanku.Kok jabat tangannya nggak lepas-lepas sih? aku tersentak lagi dan minta maaf. Aku mengambil majalah dan mulai membacanya untuk menutupi mukaku yang mulai merah menahan malu. Aku memang boleh dibilang jarang ada pacar walaupun aku boleh dibilang lumayan. Kalau masalah seks, aku sih personal experience masih belum ada, cuma masturbasi saja pernahnya. Aku sudah ngebet sekali nge-seks dengan cewek tapi sampai sekarang peruntungan masih belum ada.Eh kamu pernah sekolah di SMP **** (edited) bukan? tanyanya secara tiba-tiba. Kamu kok tahu? Tadi waktu ngeliat kamu rasanya aku pernah ngeliat kamu sih, apa lagi ngedenger nama kamu. Aku dulu pernah sekelas sama kamu.

 Tapi rasanya nggak ada yang namanya Annie di kelasku. Waktu itu aku belum ganti nama, waktu itu namaku Li Ruyin, inget nggak ?Aku seperti tersentak saja, si Li Ruyin itu pacar impianku, biarpun badannya tidak perfect tapi cantik sekali. Tapi cewek yang di depan mataku ini kelihatannya lain sekali, jauh lebih cantik. Oh kamu toh, gila, kamu beda banget. Kamu dulu kayak anak kecil saja, sekarang kayak bidadari saja, timpalku.Dia cuma tersipu saja, kemudian kami pun mulai menceritakan keadaan masing-masing. Ternyata setelah lulus SMP, dia pergi ke Kanada untuk belajar di sana. Dari Kanada, dia berjalan-jalan ke Taiwan dan dalam perjalanan balik ke Kanada tapi bakal tinggal di L.A untuk sementara. Sementara di Kanada, dia tidak ada cowok, katanya sih tidak ada yang mengejar dia. Gila, pikirku, cewek cakep, body perfect seperti dia tidak ada yang mengejar.Akhirnya makan malam pun mulai dihidangkan. Sebagai penumpang First Class, kami ditawari bermacam jenis arak dan anggur. Whisky please,

Ucapku kepada sang pramugari. Dia menuangkan segelas Whisky. Annie ternyata memilih untuk minum Brandy. Sewaktu makan malam dihidangkan, lampu mulai diredupkan. Tiba-tiba saja aku ada rasa untuk mengungkapkan perasaanku kepadanya yang tak tersampaikan sewaktu di Surabaya.Yin, aku mau tanya nih tapi kamu jangan kaget ya Sambil tetap mengunyah dia menoleh ke arahku dan mengangguk. Yin, aku waktu di **** (edited) dulu udah mulai suka sama kamu, tapi tidak ada kesempatan dan keberanian. Jon, kamu mah gombal, jawabnya sambil meminum Whisky-nya. Yin, yang mau aku tanyain, kalau misalnya aku ngejar kamu gimana? Tergantung, jawabnya polos.Aku tidak banyak tanya lagi, kata tergantung sudah membuatku hilang semangat dan putus asa. Akhirnya piring kami diambil kembali dan waktu telah agak malam dan aku sudah kepingin tidur. Aku minta selimut kepada pramugari pesawat itu dan Annie pun juga minta selimut. Tapi pramugarinya kembali dan memberitahu kalau selimutnya tinggal satu saja tapi selimut ini cukup untuk dua orang.Akhirnya aku dan Annie share selimut itu dan tempat menaruh tangan di tengah kuangkat. Aku masih tidak bisa tidur, memikirkan si Annie.

Bagiku kata tergantung adalah sebuah tolakan halus yang menyakitkan. Pernah aku menunggu jawaban seorang cewek yang memberi kata tergantung tetapi ternyata dia sudah punya pacar. Tiba-tiba saja aku merasakan kepala Annie di pundakku, rupanya dia tertidur dan tidak sengaja. Aku tatap wajahnya yang manis dan cakep itu. Bibir imutnya seakan menggodaku untuk menciumnya. Tetapi aku berhasil menahan nafsuku dan mulai membetulkan dudukku.Aku menoleh lagi, seakan aku ingin sekali melihati dia terus. Akhirnya tanpa peduli resiko, tanganku, kutaruh di pinggangnya sementara tangan satunya kutaruh di belakang kepalanya dan kucium bibirnya. Tanpa diduga, lidahnya mulai menerobos bibirku dan akhirnya lidah kami berduel di dalam mulut kami. Tangannya menarikku supaya lebih dekat.

Akhirnya kami beristirahat untuk mengambil nafas.Yin, apa sih maksudmu tergantung? Maksudku, tergantung kamu mau nggak ngejar aku. Kalau kamu mau, sih aku terima saja.Aku tercengang, ternyata tadi dia cuma main hard-to-get. Kucium dia sekali lagi tapi kali ini aku mulai ciumi juga lehernya dan kupingnya. Tanganku juga mulai masuk ke dalam bajunya yang ketat itu. Akhirnya tanganku mulai menyentuh bagian dasar payudaranya, dengan satu gerakan mulus, tanganku mulai menggenggam payudaranya yang lentur itu. Pentilnya yang sudah berdiri itu kumainkan dengan ibu jariku. Dia cuma mendesah kecil. Dia melepas ciuman kami dan di bawah selimut yang hangat itu dia melepaskan kaos dan BH-nya. Penumpang ...

Artikel Terkait :