Sore hari di tahun 2000 bulan Januari sebelum aku kuliah ke Perth, hujan rintik-rintik menemani perjalananku ke rumahku sepulang dari tempat les bahasa Inggris di LIA, saat itulah kulihat gadis tinggi semampai berjalan di sampingku.Wow.. tiba-tiba hatiku berdetak kuat, gadis ini cantik sekali dengan tinggi semampai, memakai baju hitam ketat dengan celana putih kordoroi, serasi dengan kulitnya yang putih bersih.
Rambut sepundak kemerahan dengan wajah lonjong manis sekali, dibubuhi mata sipit seperti artis China yang sering kulihat di TV. aEsAku harus kenalan!aEt berontak kata hatiku. Jalannya cepat tanpa melihat ke kanan ke kiri. Wah.. berani tidak ya, hatiku bertanya-tanya. Okelah PD saja.aEsHaiaEt, sapaku dengan suara bergetar. aEsBaru pulang kuliah ya?aEt sambil kulihat buku yang dibawanya. aEsIyaa..aEt responnya. Wah.. gayung bersambut nih, langsung saja kenalan.
Sejak saat itulah aku dekat dengan Fei. Gadis yang ternyata satu kompleks perumahan denganku di daerah Jakarta Pusat. Ternyata ia baru di kompleksku dan tinggal bersama pamannya. Pamannya adalah penjual barang elektronik di daerah Glodok. Sebelum ke Jakarta, ia tinggal bersama orang tuanya di Medan, lulus SMA ia melanjutkan pendidikan di FE salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta Barat.Singkat cerita kami pun pacaran. Terus terang, aku orangnya tidak kuat melihat Fei.
Yang paling aku sukai dari bagian tubuhnya, adalah kakinya yang panjang (1 meter 5 senti) dan yang yang paling membuatku sukai lagi adalah betisnya yang putih mulus dengan bentuk yang pas, tak terlalu gemuk dan tak terlalu kecil, seksi sekali. Fei tinggal bersama pamannya dan ke-3 sepupunya yang semuanya perempuan yang masih bersekolah antara SD - SMP, beserta seorang pembantu.Pengalaman seks-ku dengannya berjalan secara bertahap. Setelah beberapa lama pacaran aku cuma bisa mencium pipinya. Seminggu kemudian bibirnya, lama setelah itu ketika kami berdua nonton di bioskop
Lippo Karawaci aku ingat filmnya Star Wars, ia memakai baju hem sutra warna krem dengan rok selutut warna coklat, yang menampakkan bentuk kakinya yang sempurna itu. Baju sutranya begitu lembut hingga mengikuti lekukan dadanya terkadang dari sela-sela antar kancing terlihat belahan dada yang putih mulus, walaupun tidak terlalu besar membuat pikiranku melayang kemana-mana hingga di dalam lampu mulai padam kulihat penontonnya hanya 5 orang, itu pun berada di depan semua.
Melihat wajahnya di kegelapan bioskop, aku tidak bisa konsentrasi menonton film. 5 menit.. 10 menit.. 15 menit.. pertama kuelus tangannya, kucium-cium tangannya yang lembut itu. Akhirnya kusentuh pipinya dan mulai kucium bibirnya. Mmh.. mengingat buah dadanya tadi birahiku bergejolak, tanganku mulai mengelus-elus pipinya kemudian turun. Kuelus-elus buah dadanya yang membuatku tak bisa tenang.Sementara bibirnya kulumat dalam-dalam, kurasakan dengan mata terpejam kenikmatan bibirnya itu, mulai lidah kami berpaut saat itu juga. Tiga kancing paling atas bajunya kubuka, tanganku pun mulai masuk ke dalam BH-nya. Wow.. kenyal dan kencang dengan puting susunya yang kenyal.
Aku mulai memperdalam ciumanku, lidahku mulai kumainkan seiring dengan permainan jari-jariku di puting susunya. Ia mulai mendesah dengan nafas tak teratur, aEsMmh.. mmhh.. mmhh..aEt suara itu membuatku semakin bernafsu. Kuvariasikan gerakan tanganku dengan meremas buah dadanya. aEsMmmhh.. mhh.. sshh..aEt suara itu membuat batang kemaluanku semakin berdiri tegang. Saking tegangnya sehingga membuat batang kemaluanku sakit. Sambil kuperbaiki posisi dudukku, kusorongkan penutup BH-nya ke depan sehingga payudaranya menonjol.
Kuarahkan mulutku ke puting buah dada Fei, kuhisap-hisap putingnya sambil sesekali kumainkan lidahku. aEsMmhh.. mhh..aEt Fei merasa geli-geli enak. Kuangkat BH-nya ke atas agar tanganku terbebas dari memegangi BH-nya. Buah dada yang telah mengencang itu mancung ke depan menantang untuk kuhisap.Sementara aku mulai menghisap buah dadanya, tanganku mulai memegang pahanya yang dingin karena udara AC bioskop tetapi makin ke dalam semakin terasa hangat. Dengan agak susah tanganku berusaha merayap ke sumber kehangatan itu. Wah.. masih sulit tanganku menjangkaunya,
tampaknya Fei tahu akan hal itu. Dia mulai membuka pahanya dan tanganku pun mulai dapat merayap ke atas. Kusentuh selangkangannya yang berbalut CD. a
EsHmm hangat..aEt aku ingin merasakan dalamnya.Dari tepi CD-nya jariku masuk ke liang kemaluannya yang ditumbuhi rambut itu terasa hangat dan lembut dengan lipatan-lipatan dan gumpalan-gumpalan. Tanganku mulai beraksi di tengah antara kedua lipatan itu, naik turun.. naik turun.. Fei mulai menggelinjang. Tidak berapa lama ia melepaskan tautan bibirnya di bibirku. Mulutnya terbuka, a
EsAaahh.. ahh.. terus Rie.. ahh.. ahh.. ahh.. teruus.. aah..aEt pada saat itulah kurasakan sesuatu terjadi pada tubuhku. Aku merasa batang kemaluanku menegang sekali. Nafsuku meletup-letup, otot-ototku mengejang dan.. aEsAahhk.. aahhkk..aEt dan, aEsCrott.. croott..aEt kemaluanku pun muntah di dalam celana. Uhh.. enak sekali rasanya, segar.Sementara tanganku terus bergerak. aEsAaahh.. teruuss..aEt desah Fei sambil mulai menggerak-gerakkan pinggulnya, aEsAaahkk.. terus..aEt sampai akhirnya badannya menegang dan ia menahan nafasnya beberapa saat, aEsMhh.. ahh..aEt dilepaskan nafasnya, kemudian ia menjauhkan tanganku dari liang kemaluannya. aEsKenapa..?aEt tanyaku berbisik. aEsEnaak lhoo.. tapi badan jadi lemes nih..aEt bisiknya. aEsYa udah.. kasian filmnya tuh tidak ditonton..aEt kataku.
Kurasakan bagian celanaku yang basah terkena air maniku. Untung cuma bagian pinggang, jadi bisa kututup dengan baju, aman.Malamnya ia menelepon, menceritakan bagaimana rasanya dari pengalaman yang baru ...
Rambut sepundak kemerahan dengan wajah lonjong manis sekali, dibubuhi mata sipit seperti artis China yang sering kulihat di TV. aEsAku harus kenalan!aEt berontak kata hatiku. Jalannya cepat tanpa melihat ke kanan ke kiri. Wah.. berani tidak ya, hatiku bertanya-tanya. Okelah PD saja.aEsHaiaEt, sapaku dengan suara bergetar. aEsBaru pulang kuliah ya?aEt sambil kulihat buku yang dibawanya. aEsIyaa..aEt responnya. Wah.. gayung bersambut nih, langsung saja kenalan.
Sejak saat itulah aku dekat dengan Fei. Gadis yang ternyata satu kompleks perumahan denganku di daerah Jakarta Pusat. Ternyata ia baru di kompleksku dan tinggal bersama pamannya. Pamannya adalah penjual barang elektronik di daerah Glodok. Sebelum ke Jakarta, ia tinggal bersama orang tuanya di Medan, lulus SMA ia melanjutkan pendidikan di FE salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta Barat.Singkat cerita kami pun pacaran. Terus terang, aku orangnya tidak kuat melihat Fei.
Yang paling aku sukai dari bagian tubuhnya, adalah kakinya yang panjang (1 meter 5 senti) dan yang yang paling membuatku sukai lagi adalah betisnya yang putih mulus dengan bentuk yang pas, tak terlalu gemuk dan tak terlalu kecil, seksi sekali. Fei tinggal bersama pamannya dan ke-3 sepupunya yang semuanya perempuan yang masih bersekolah antara SD - SMP, beserta seorang pembantu.Pengalaman seks-ku dengannya berjalan secara bertahap. Setelah beberapa lama pacaran aku cuma bisa mencium pipinya. Seminggu kemudian bibirnya, lama setelah itu ketika kami berdua nonton di bioskop
Lippo Karawaci aku ingat filmnya Star Wars, ia memakai baju hem sutra warna krem dengan rok selutut warna coklat, yang menampakkan bentuk kakinya yang sempurna itu. Baju sutranya begitu lembut hingga mengikuti lekukan dadanya terkadang dari sela-sela antar kancing terlihat belahan dada yang putih mulus, walaupun tidak terlalu besar membuat pikiranku melayang kemana-mana hingga di dalam lampu mulai padam kulihat penontonnya hanya 5 orang, itu pun berada di depan semua.
Melihat wajahnya di kegelapan bioskop, aku tidak bisa konsentrasi menonton film. 5 menit.. 10 menit.. 15 menit.. pertama kuelus tangannya, kucium-cium tangannya yang lembut itu. Akhirnya kusentuh pipinya dan mulai kucium bibirnya. Mmh.. mengingat buah dadanya tadi birahiku bergejolak, tanganku mulai mengelus-elus pipinya kemudian turun. Kuelus-elus buah dadanya yang membuatku tak bisa tenang.Sementara bibirnya kulumat dalam-dalam, kurasakan dengan mata terpejam kenikmatan bibirnya itu, mulai lidah kami berpaut saat itu juga. Tiga kancing paling atas bajunya kubuka, tanganku pun mulai masuk ke dalam BH-nya. Wow.. kenyal dan kencang dengan puting susunya yang kenyal.
Aku mulai memperdalam ciumanku, lidahku mulai kumainkan seiring dengan permainan jari-jariku di puting susunya. Ia mulai mendesah dengan nafas tak teratur, aEsMmh.. mmhh.. mmhh..aEt suara itu membuatku semakin bernafsu. Kuvariasikan gerakan tanganku dengan meremas buah dadanya. aEsMmmhh.. mhh.. sshh..aEt suara itu membuat batang kemaluanku semakin berdiri tegang. Saking tegangnya sehingga membuat batang kemaluanku sakit. Sambil kuperbaiki posisi dudukku, kusorongkan penutup BH-nya ke depan sehingga payudaranya menonjol.
Kuarahkan mulutku ke puting buah dada Fei, kuhisap-hisap putingnya sambil sesekali kumainkan lidahku. aEsMmhh.. mhh..aEt Fei merasa geli-geli enak. Kuangkat BH-nya ke atas agar tanganku terbebas dari memegangi BH-nya. Buah dada yang telah mengencang itu mancung ke depan menantang untuk kuhisap.Sementara aku mulai menghisap buah dadanya, tanganku mulai memegang pahanya yang dingin karena udara AC bioskop tetapi makin ke dalam semakin terasa hangat. Dengan agak susah tanganku berusaha merayap ke sumber kehangatan itu. Wah.. masih sulit tanganku menjangkaunya,
tampaknya Fei tahu akan hal itu. Dia mulai membuka pahanya dan tanganku pun mulai dapat merayap ke atas. Kusentuh selangkangannya yang berbalut CD. a
EsHmm hangat..aEt aku ingin merasakan dalamnya.Dari tepi CD-nya jariku masuk ke liang kemaluannya yang ditumbuhi rambut itu terasa hangat dan lembut dengan lipatan-lipatan dan gumpalan-gumpalan. Tanganku mulai beraksi di tengah antara kedua lipatan itu, naik turun.. naik turun.. Fei mulai menggelinjang. Tidak berapa lama ia melepaskan tautan bibirnya di bibirku. Mulutnya terbuka, a
EsAaahh.. ahh.. terus Rie.. ahh.. ahh.. ahh.. teruus.. aah..aEt pada saat itulah kurasakan sesuatu terjadi pada tubuhku. Aku merasa batang kemaluanku menegang sekali. Nafsuku meletup-letup, otot-ototku mengejang dan.. aEsAahhk.. aahhkk..aEt dan, aEsCrott.. croott..aEt kemaluanku pun muntah di dalam celana. Uhh.. enak sekali rasanya, segar.Sementara tanganku terus bergerak. aEsAaahh.. teruuss..aEt desah Fei sambil mulai menggerak-gerakkan pinggulnya, aEsAaahkk.. terus..aEt sampai akhirnya badannya menegang dan ia menahan nafasnya beberapa saat, aEsMhh.. ahh..aEt dilepaskan nafasnya, kemudian ia menjauhkan tanganku dari liang kemaluannya. aEsKenapa..?aEt tanyaku berbisik. aEsEnaak lhoo.. tapi badan jadi lemes nih..aEt bisiknya. aEsYa udah.. kasian filmnya tuh tidak ditonton..aEt kataku.
Kurasakan bagian celanaku yang basah terkena air maniku. Untung cuma bagian pinggang, jadi bisa kututup dengan baju, aman.Malamnya ia menelepon, menceritakan bagaimana rasanya dari pengalaman yang baru ...